panelarrow

saya bukan blogger handal,jadi salah saya dalam menulis atau apapun mohon di maklumi :)) thanks

Minggu, 12 Juni 2016

Transportasi tradisional Lombok : Cidomo

     Salah satu keunikan lagi dari Lombok untuk transportasi tradisionalnya yaitu Cidomo. Cidomo sendiri memiliki kepanjangan yaitu Ci ( cikar ) : yang berarti kuda, Do ( Dokar ) : yang berarti gerobak, Mo ( Montor ) : yang berarti roda mobil. Pada saat ini masyarakat di Lombok khususnya ibu - ibu sangat memerlukan transportasi ini untuk pergi ke pasar dan mengangkut barang belanjaan kebutuhan sehari - hari mereka. Selain dari ongkos yang relatif murah untuk memakai Cidomo ini ibu - ibu akan di mudahkan dengan desain gerobak dari Cidomo ini untuk mengangkut bahan belanjaan yang lumayan banyak. 


     Cidomo adalah alat transportasi darat tradisional Lombok yang berbentuk gerobak mini yang di tarik oleh kuda. Pada awal kemunculannya, Masyarakat sasak di perdesaan yang memiliki lahan yang luas dan juga dengan kebiasaan memelihara kuda mempunyai ide untuk menarik hasil panen berupa padi yang di tarik dengan kuda, kemudian di ciptakanlah Cidomo ini. Dalam perkembangannya Cidomo ini tidak hanya berfungsi untuk mengangkut padi tetapi juga sebagai pengantar warga ke sawah yang jaraknya jauh dari pemukiman warga. Cidomopun tidak hanya berada di desa pada saat ini tetapi juga terdapat di kota - kota untuk bersaing dengan alat transportasi umum lainnya seperti ojek dan juga angkot. Cidomo ini dapat anda temui di berbagai jalan di sekitar pasar - pasar tradisional dan perdesaan maupun kota.


    Pada saat ini Cidomo juga dijadikan untuk transportasi wisata, Bahkan di Gili Air, Gili Meno, Gili trawangan menjadi alat transportasi utama untuk kelestarian alam di ketiga gili tersebut karena Cidomo sangat ramah lingkungan dan tidak berbahan bakar minyak. 




     Banyak nilai - nilai yang kita peroleh dari Cidomo ini terutama dari segi kebersamaan, karena penumpang bisa saling bergurau, bercerita ataupun gossip dan juga mempererat tali persaudaraan.


Kamis, 09 Juni 2016

Pantai Gading Lombok

     Setiap kali kita mendengar nama Pantai Gading pasti tentunya kita akan tertuju pada tuan rumah piala dunia tahun 2010 yang lalu di Afrika Selatan, kali ini bukan itu yang akan di bahas yaitu Pantai Gading yang ada di Lombok , Tepatnya di kawasan Jempong Baru Lingkar Selatan. Ya,kawasan pantai indah ini sangat cocok untuk anda dan keluarga menantikan sunset dan juga berlibur untuk merefresh tubuh anda yang lelah karena terus beraktifitas.



    Dengan pemandangan alam yang indah Pantai Gading ini bisa menjadi salah satu referensi liburan untuk keluarga anda ataupun teman anda untuk berlibur. Berbagai aktifitas yang bisa di lakukan di Pantai Gading ini menambah kesan yang seru untuk berlibur bersama keluarga. Diantaranya yaitu bermain pasir pantai, berenang dan snorkeling.Bagi anda yang tidak membawa perbekalan makanan atau minuman dari rumah jangan khawatir, karena di dekat pantai terdapat banyak pedagang untuk menawarkan makanan dan minuman untuk anda yakni dari kopi, teh, es, juice, ikan bakar asap, pelecing dan masih banyak lainnya. Terdapat juga gazebo - gazebo di sekitaran pantai untuk anda yang ingin bersantai. 

    Di Pantai Gading ini anda tidak usah khawatir akan terik panasnya sinar matahari, karena pepohonan rindang di pinggir pantai akan melindungi anda dari sengatan sinar matahari secara langsung.  


     Pantai yang bersih dan juga fasilitas yang ada akan menambah kenyamanan anda selama berlibur, So,Pantai Gading ini bisa di jadikan referensi bagi anda yang sudah bosan berlibur di tempat - tempat yang mainstream :) 

Terimakasih.











Senin, 06 Juni 2016

Tugu Giri Menang Lombok

    Bagi anda orang Lombok ataupun wisatawan yang pernah berlibur di Lombok tentu bukan hal yang asing lagi ketika melihat bangunan tugu berupa masjid yang menjulang tinggi di tengah bundaran simpang 7 gerung. Ya,karena tugu ini sendiri terletak di pertengahan jalur bypass LIA ( Lombok Internasional Airport ) yang menjadi jalur vital pariwisata di Lombok. 



     Tugu Giri Menang ini menjadi ikon Pulau Lombok karena terkenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid. Di bangun sekitar pertengahan bulan maret 2013 Tugu ini menjadi salah satu alternatif untuk warga di Lombok untuk meluangkan waktu senggang bersama dengan keluarga ataupun teman untuk sekedar nongkrong di taman yang ada di sekitaran tugu ini dan juga mengambil gambar tugu giri menang. Dengan lampu hias yang ada di kubah dan dinding tugu ini menjadikan tugu ini semakin indah dan berwarna - warni adapun juga air mancur yang mengelilingi tugu ini untuk memperindah tampilan tugu ini, biasanya di malam minggu pengunjung yang berdatangan.


    Bagi anda yang galau mencari tempat untuk nongkrong, tugu giri menang ini bisa di jadikan referensi bagi anda untuk menghabiskan malam. Banyak juga terdapat penjual kopi, jagung rebus / bakar dan juga makanan ringan untuk kenyamanan anda.

:v :v :v 










Senin, 02 Mei 2016

Bale Lumbung

Bale Lumbung ~ Indonesia memiliki beragam suku dan kebudayaan yang tersebar dari sabang sampai merauke sebagai ciri dari khas daerah masing - masing, dari kesenian tradisional , pakaian adat, senjata tradisional, dan juga rumah tradisional.Di Lombok rumah tradisionalnya banyak macamnya yaitu diantaranya adalah bale tani, bale lumbung, berugaq sekempat ( gazebo yang terdiri dari empat tiang ), bale jajar dan juga bale tajuk.Tapi kali ini saya akan membahas tentang bale lumbung saja untuk bale - bale lainnya akan menyusul nanti.Kurang lebih begitulah rupa dari bale lumbung yang menjadi ikon dari rumah tradisional lombok sampai sekarang.



( image source : google :D )


      Bale lumbung ini merupakan lambang dari kesejahteraan dan kecukupan masyarakat sasak pada zaman dahulu, pada zaman dahulu lombok pernah menjadi lumbung nasional untuk mencukupi kebutuhan pangan daerah lain di indonesia.Bale Lumbung ini mempunyai empat tiang sebagai penyangga dan letak lumbung itu sendiri berada di atas, kemudian di tengah tiang tersebut di buat semacam berugak untuk tempat tidur ketika malam hari untuk berjaga.Masyarakat sasak sendiri banyak yang membangun Bale Lumbung berdekatan dengan kandang peternakan mereka.Desain tiang lumbung yang berbentuk bulat mulus ini berfungsi untuk mencegah tikus yang ingin memanjat keatas dan juga lumbung yang di tinggikan ini berfungsi untuk menghindari tikus untuk mencium bau biji - bijian yang terdapat di lumbung.


    Bale ( rumah ) lumbung ini berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan hasil panen masyarakat ketika selesai musim panen.
Sebagian besar bangunan - bangunan pemerintah banyak yang mengadopsi bentuk rumah lumbung ini untuk bagian depan bangunan.

Thank you
awepee :) 

Rabu, 10 Februari 2016

Kendi Maling khas Lombok

     Kendi Maling?ya,pasti yang ada di benak anda mungkin ini kendi adalah hasil maling,tapi ini adalah sebutan untuk kendi khas lombok yang ada di Banyumulek kecamatan Lombok Barat.Berjarak kurang lebih 30 menit perjalanan dari LIA ( Lombok International Airport ) anda akan memasuki kawasan sentra penghasil gerabah ( tembikar ) di pulau Lombok,selain Kendi Maling anda juga dapat menjumpai beberapa kerajinan gerabah seperti Gentong,Asbak,Tempat menaruh buah,ataupun kerajinan lainnya untuk di pajang.Tapi yang paling unik disini adalah Kendi Malingnya.

     Unik memang,ya kendi ini memiliki keunikan yang tidak di miliki oleh kendi - kendi yang lain di seluruh dunia.Cara pengisian air ke dalam kendi ini bukan dari atas,melainkan dari bawah kendi,konon masyarakat sasak pada zaman dahulu memodifikasi bentuk kendi ini supaya mencegah sihir atau pelet ( mantra - mantra ) ke dalam air yang terdapat di dalam kendi tersebut yang di masukkan oleh tamu yang datang.Biasanya sang pemilik rumah selalu menyuguhkan air minum ke setiap tamu yang datang ke rumah,nah di saat lengah biasanya ada tamu yang jahat yang memasukkan semacam jampi - jampi untuk mencelakakan sang tuan rumah.

      Oleh sebab itu masyarakat dulu memodifikasi kendi ini dengan menutup lubang atas yang biasanya untuk mengisi air menjadi lubangnya di bawah untuk,begini gambar contohnya :











     Kendi Maling ini juga memiliki fungsi untuk kesehatan,dahulu di tengah masyarakat sasak belum banyak dokter,jadi mereka kebanyakan berobat ke tabib ataupun dukun untuk menyembuhkan penyakit mereka,dengan kendi maling ini konon bisa menyembuhkan penyakit asma,batuk,pilek,dan penyakit gatal ( air dari kendi yang di oleskan ke kulit yang gatal ).

    Di Banyumulek anda bisa membeli hasil kerajinan dari tanah tersebut untuk di jadikan oleh - oleh,selain melihat bagaimana proses pembuatan gerabah anda juga bisa mencoba untuk membuat kerajinan dari tanah liat sendiri.

@LombokperfectO 
arif we pee











Sabtu, 31 Oktober 2015

Pasar Kebon Roek Ampenan

     Pasar yang terletak di Jln.Adi Sucipto Ampenan ini adalah salah satu sumber penghasilan terbesar masyarakat Ampenan untuk menghidupi keluarganya,selain bekerja sebagai nelayan,guru,di perkantoran dll masyarakat Ampenan kebanyakan berjualan atau berdagang di Pasar Kebon Roek ini.
   Awalnya, pasar yang didirikan pada tahun 1990 ini merupakan pecahan dari pasar ACC (atau yang sering orang sebut pasar Barata)  yang telah lebih dulu berdiri. Lokasi yang strategis, membuat pasar ini cepat berkembang.Perkembangan sedikit terhenti ketika pada tahun 1999, pasar mengalami musibah kebakaran karena arus pendek.Tak hanya sekali saja,Pasar ini kembali terbakar di tahun 2005 akibatnya kondisi ekonomi masyarakat saat itu agak menurun,tapi kemudian tidak lama setelah itu para pedagang yang berjualan di situ pindah ke pinggiran jalan di sebelah pasar.
Tak ayal kemacetan parah pun terjadi di Jln.Adi Sucipto yang kala itu adalah akses vital menuju bandara Selaparang (Bandara yang di gunakan sebelum ada BIL).Kemudian pemerintah menyewakan lahan di depan pasar  untuk para pedagang yang berjualan guna mengurangi kemacetan parah sembari menunggu proses renovasi selesai.

     Hingga di tahun 2007 pasar ini baru bisa di operasikan pasca kebakaran,Kini Pasar Kebon Roek ini menjadi pasar yang modern dengan 3lantai untuk menampung ribuan pedagang di dalamnya.
Berbagai kebutuhan pokok sandang ataupun pangan di jual di pasar ini.



     Uniknya Pasar Kebon Roek ini tidak seperti pasar - pasar lainnya yang cenderung nutup lebih awal ataupun berhentinya kegiatan penjualan di siang atau sore hari,di pasar Kebon Roek ini orang - orang akan berhenti berjualan ketika sudah petang atau matahari sudah tenggelam,jadi untuk ibu - ibu yang tidak sempat untuk ke pasar pada waktu pagi atau siang hari bisa ke Pasar kebon Roek ini di Sore hari sebelum maghrib.

    Selain itu untuk menjangkau pasar ini sangatlah mudah,tempatnya yang strategis dan juga banyaknya kendaraan umum yang menuju ke pasar ini memudahkan anda untuk pergi berbelanja.Tak hanya itu cikar (dokar,delman,andong) juga bisa mengantarkan anda ke tempat ini dengan biaya yang murah.

     Tidak hanya masyarakat Ampenan yang berjualan di pasar ini,para penjual dari daerah lain juga berjualan di pasar ini ketika minat masyarakat untuk membeli sedang tinggi (ketika puasa,sebelum lebaran dan hari - hari besar lainnya yang membutuhkan banyak keprluan untuk di konsumsi).Dan juga pembeli di pasar ini sering kali adalah wisatawan mancanegara yang berkunjung kesini untuk sekedar berfoto,melihat aktifitas masyarakat yang sedang berjualan dan juga membeli beberapa kebutuhan pokok mereka yg di butuhkan.


@arif_wepee
makasih udah baca.
Best Regards 
Arif we pee :))




Rabu, 14 Oktober 2015

Kain tenun khas Lombok

    Sekarang ini pusat pengrajin kain songket adalah desa Sukarara. Lokasinya terletak tidak jauh dari Bandara Internasional Lombok,kurang lebih waktu tempuh perjalanan sekitar 20 menit dari Bandara atau sekitar 40 menit dari pusat Kota Mataram. Desa ini sangat menarik untuk dikunjungi karena kegiatan sehari-hari masyarakat di desa ini adalah menenun. Para penduduk Sukarara, terutama para perempuan memang wajib belajar menenun sejak usia kanak-kanak. Budaya tenun ini diwariskan dari orang tua ke anak-anak mereka. Kewajiban perempuan Desa Sukarara bisa menenun menjadi aturan yang masih berlaku hingga sekarang ini. Bahkan perempuan yang belum bisa menenun tidak boleh menikah. Namun bila perempuan Desa Sukarara yang belum bisa menenun tapi berani menikah bisa terkena denda. Dendanya berupa uang, padi, atau beras. Aturan soal tenun ini tidak berlaku bagi kaum lelaki, meski ada pula lelaki yang bekerja sebagai penenun kain ikat.

  Kain songket adalah kain tenunan yang dibuat dengan teknik menambah benang pakan, hiasan dibuat dengan menyisipkan benang perak.
Di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, perempuan masih mengikuti aturan adat bahwa mereka baru diperbolehkan menikah jika sudah pandai menenun. Mereka disyaratkan untuk menenun setidaknya satu helai kain yang nanti akan diberikan kepada calon suami, seperti diungkapkan Lale Mainah (67) yang menenun sejak usia 12 tahun. Ia membuat dua lembar kain untuk calon suami dan dirinya sendiri.


   


                                                         (foto via google image)



     Namun, tak semua perempuan Sasak memegang teguh adat ini. Perempuan di Desa Ungga, Lombok Tengah, sudah tidak terlalu terikat dengan adat ini. Meski demikian, belajar menenun sudah menjadi kebiasaan di Lombok yang dimulai sejak anak perempuan berusia belasan tahun. Apalagi kemudian terasa manfaatnya, keterampilan menenun bisa dijadikan jawaban memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga meski tidak semua menjadikannya sebagai mata pencaharian utamannya.

:p :p 

Popular Posts

Recent Posts

Sample Text

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Unordered List

Copyright © TENTANG LOMBOK | Powered by Blogger
Design by AnarielDesign | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com