panelarrow

saya bukan blogger handal,jadi salah saya dalam menulis atau apapun mohon di maklumi :)) thanks

Senin, 02 Mei 2016

Bale Lumbung

Bale Lumbung ~ Indonesia memiliki beragam suku dan kebudayaan yang tersebar dari sabang sampai merauke sebagai ciri dari khas daerah masing - masing, dari kesenian tradisional , pakaian adat, senjata tradisional, dan juga rumah tradisional.Di Lombok rumah tradisionalnya banyak macamnya yaitu diantaranya adalah bale tani, bale lumbung, berugaq sekempat ( gazebo yang terdiri dari empat tiang ), bale jajar dan juga bale tajuk.Tapi kali ini saya akan membahas tentang bale lumbung saja untuk bale - bale lainnya akan menyusul nanti.Kurang lebih begitulah rupa dari bale lumbung yang menjadi ikon dari rumah tradisional lombok sampai sekarang.



( image source : google :D )


      Bale lumbung ini merupakan lambang dari kesejahteraan dan kecukupan masyarakat sasak pada zaman dahulu, pada zaman dahulu lombok pernah menjadi lumbung nasional untuk mencukupi kebutuhan pangan daerah lain di indonesia.Bale Lumbung ini mempunyai empat tiang sebagai penyangga dan letak lumbung itu sendiri berada di atas, kemudian di tengah tiang tersebut di buat semacam berugak untuk tempat tidur ketika malam hari untuk berjaga.Masyarakat sasak sendiri banyak yang membangun Bale Lumbung berdekatan dengan kandang peternakan mereka.Desain tiang lumbung yang berbentuk bulat mulus ini berfungsi untuk mencegah tikus yang ingin memanjat keatas dan juga lumbung yang di tinggikan ini berfungsi untuk menghindari tikus untuk mencium bau biji - bijian yang terdapat di lumbung.


    Bale ( rumah ) lumbung ini berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan hasil panen masyarakat ketika selesai musim panen.
Sebagian besar bangunan - bangunan pemerintah banyak yang mengadopsi bentuk rumah lumbung ini untuk bagian depan bangunan.

Thank you
awepee :) 

Rabu, 10 Februari 2016

Kendi Maling khas Lombok

     Kendi Maling?ya,pasti yang ada di benak anda mungkin ini kendi adalah hasil maling,tapi ini adalah sebutan untuk kendi khas lombok yang ada di Banyumulek kecamatan Lombok Barat.Berjarak kurang lebih 30 menit perjalanan dari LIA ( Lombok International Airport ) anda akan memasuki kawasan sentra penghasil gerabah ( tembikar ) di pulau Lombok,selain Kendi Maling anda juga dapat menjumpai beberapa kerajinan gerabah seperti Gentong,Asbak,Tempat menaruh buah,ataupun kerajinan lainnya untuk di pajang.Tapi yang paling unik disini adalah Kendi Malingnya.

     Unik memang,ya kendi ini memiliki keunikan yang tidak di miliki oleh kendi - kendi yang lain di seluruh dunia.Cara pengisian air ke dalam kendi ini bukan dari atas,melainkan dari bawah kendi,konon masyarakat sasak pada zaman dahulu memodifikasi bentuk kendi ini supaya mencegah sihir atau pelet ( mantra - mantra ) ke dalam air yang terdapat di dalam kendi tersebut yang di masukkan oleh tamu yang datang.Biasanya sang pemilik rumah selalu menyuguhkan air minum ke setiap tamu yang datang ke rumah,nah di saat lengah biasanya ada tamu yang jahat yang memasukkan semacam jampi - jampi untuk mencelakakan sang tuan rumah.

      Oleh sebab itu masyarakat dulu memodifikasi kendi ini dengan menutup lubang atas yang biasanya untuk mengisi air menjadi lubangnya di bawah untuk,begini gambar contohnya :











     Kendi Maling ini juga memiliki fungsi untuk kesehatan,dahulu di tengah masyarakat sasak belum banyak dokter,jadi mereka kebanyakan berobat ke tabib ataupun dukun untuk menyembuhkan penyakit mereka,dengan kendi maling ini konon bisa menyembuhkan penyakit asma,batuk,pilek,dan penyakit gatal ( air dari kendi yang di oleskan ke kulit yang gatal ).

    Di Banyumulek anda bisa membeli hasil kerajinan dari tanah tersebut untuk di jadikan oleh - oleh,selain melihat bagaimana proses pembuatan gerabah anda juga bisa mencoba untuk membuat kerajinan dari tanah liat sendiri.

@LombokperfectO 
arif we pee











Sabtu, 31 Oktober 2015

Pasar Kebon Roek Ampenan

     Pasar yang terletak di Jln.Adi Sucipto Ampenan ini adalah salah satu sumber penghasilan terbesar masyarakat Ampenan untuk menghidupi keluarganya,selain bekerja sebagai nelayan,guru,di perkantoran dll masyarakat Ampenan kebanyakan berjualan atau berdagang di Pasar Kebon Roek ini.
   Awalnya, pasar yang didirikan pada tahun 1990 ini merupakan pecahan dari pasar ACC (atau yang sering orang sebut pasar Barata)  yang telah lebih dulu berdiri. Lokasi yang strategis, membuat pasar ini cepat berkembang.Perkembangan sedikit terhenti ketika pada tahun 1999, pasar mengalami musibah kebakaran karena arus pendek.Tak hanya sekali saja,Pasar ini kembali terbakar di tahun 2005 akibatnya kondisi ekonomi masyarakat saat itu agak menurun,tapi kemudian tidak lama setelah itu para pedagang yang berjualan di situ pindah ke pinggiran jalan di sebelah pasar.
Tak ayal kemacetan parah pun terjadi di Jln.Adi Sucipto yang kala itu adalah akses vital menuju bandara Selaparang (Bandara yang di gunakan sebelum ada BIL).Kemudian pemerintah menyewakan lahan di depan pasar  untuk para pedagang yang berjualan guna mengurangi kemacetan parah sembari menunggu proses renovasi selesai.

     Hingga di tahun 2007 pasar ini baru bisa di operasikan pasca kebakaran,Kini Pasar Kebon Roek ini menjadi pasar yang modern dengan 3lantai untuk menampung ribuan pedagang di dalamnya.
Berbagai kebutuhan pokok sandang ataupun pangan di jual di pasar ini.



     Uniknya Pasar Kebon Roek ini tidak seperti pasar - pasar lainnya yang cenderung nutup lebih awal ataupun berhentinya kegiatan penjualan di siang atau sore hari,di pasar Kebon Roek ini orang - orang akan berhenti berjualan ketika sudah petang atau matahari sudah tenggelam,jadi untuk ibu - ibu yang tidak sempat untuk ke pasar pada waktu pagi atau siang hari bisa ke Pasar kebon Roek ini di Sore hari sebelum maghrib.

    Selain itu untuk menjangkau pasar ini sangatlah mudah,tempatnya yang strategis dan juga banyaknya kendaraan umum yang menuju ke pasar ini memudahkan anda untuk pergi berbelanja.Tak hanya itu cikar (dokar,delman,andong) juga bisa mengantarkan anda ke tempat ini dengan biaya yang murah.

     Tidak hanya masyarakat Ampenan yang berjualan di pasar ini,para penjual dari daerah lain juga berjualan di pasar ini ketika minat masyarakat untuk membeli sedang tinggi (ketika puasa,sebelum lebaran dan hari - hari besar lainnya yang membutuhkan banyak keprluan untuk di konsumsi).Dan juga pembeli di pasar ini sering kali adalah wisatawan mancanegara yang berkunjung kesini untuk sekedar berfoto,melihat aktifitas masyarakat yang sedang berjualan dan juga membeli beberapa kebutuhan pokok mereka yg di butuhkan.


@arif_wepee
makasih udah baca.
Best Regards 
Arif we pee :))




Rabu, 14 Oktober 2015

Kain tenun khas Lombok

    Sekarang ini pusat pengrajin kain songket adalah desa Sukarara. Lokasinya terletak tidak jauh dari Bandara Internasional Lombok,kurang lebih waktu tempuh perjalanan sekitar 20 menit dari Bandara atau sekitar 40 menit dari pusat Kota Mataram. Desa ini sangat menarik untuk dikunjungi karena kegiatan sehari-hari masyarakat di desa ini adalah menenun. Para penduduk Sukarara, terutama para perempuan memang wajib belajar menenun sejak usia kanak-kanak. Budaya tenun ini diwariskan dari orang tua ke anak-anak mereka. Kewajiban perempuan Desa Sukarara bisa menenun menjadi aturan yang masih berlaku hingga sekarang ini. Bahkan perempuan yang belum bisa menenun tidak boleh menikah. Namun bila perempuan Desa Sukarara yang belum bisa menenun tapi berani menikah bisa terkena denda. Dendanya berupa uang, padi, atau beras. Aturan soal tenun ini tidak berlaku bagi kaum lelaki, meski ada pula lelaki yang bekerja sebagai penenun kain ikat.

  Kain songket adalah kain tenunan yang dibuat dengan teknik menambah benang pakan, hiasan dibuat dengan menyisipkan benang perak.
Di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, perempuan masih mengikuti aturan adat bahwa mereka baru diperbolehkan menikah jika sudah pandai menenun. Mereka disyaratkan untuk menenun setidaknya satu helai kain yang nanti akan diberikan kepada calon suami, seperti diungkapkan Lale Mainah (67) yang menenun sejak usia 12 tahun. Ia membuat dua lembar kain untuk calon suami dan dirinya sendiri.


   


                                                         (foto via google image)



     Namun, tak semua perempuan Sasak memegang teguh adat ini. Perempuan di Desa Ungga, Lombok Tengah, sudah tidak terlalu terikat dengan adat ini. Meski demikian, belajar menenun sudah menjadi kebiasaan di Lombok yang dimulai sejak anak perempuan berusia belasan tahun. Apalagi kemudian terasa manfaatnya, keterampilan menenun bisa dijadikan jawaban memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga meski tidak semua menjadikannya sebagai mata pencaharian utamannya.

:p :p 

Minggu, 02 Agustus 2015

Tradisi Menikah di Lombok

     Bismillah,Banyak pendapat tentang tradisi menikah di lombok ( kawin culik ) ini yang menurut orang - orang awam itu aneh atau apalah,tetapi bagaikan sayur tanpa garam tradisi itu akan terasa ``BIASA`` tanpa adanya keunikan atau kenylenehan dari tata cara yang biasa,contoh saja tradisi ngaben dari bali,tradisi ini di lakukan untuk pembakaran atau kremasi jenazah umat hindu di bali,kalo kita pikir secara logika ngaben itu bisa di katakan tradisi yang keji,tapi menurut saya tidak seperti itu,dan keunikan itulah yang menjadikan mengapa tradisi ini turun temurun di jadikan kebiasaan oleh masyarakat,begitupula dengan tradisi melaik ini yang sampai sekarang tetap di pegang teguh oleh masyarakat suku sasak.


     Melaik adalah membawa lari gadis secara diam - diam tanpa spengetahuan keluarga cewek.
 Dan juga gadis di Lombok sama sekali tidak dapat intervensi dari siapapun untuk memilih sang kekasih, sekalipun itu bapak atau ibunya.Kadang satu gadis bisa mempunyai pacar sampai 10 orang, dan ketika mereka ingin ngapel ( midang dalam bahasa lombok ) sang cowok harus mengantri untuk mendapat jatah giliran mengobrol dengan si gadis.oleh sebab itu si cowok harus pintar merayu, jika sudah mendapat hatinya ( si gais sudah cinta kepada kita ) barulah kita bisa janjian di suatu tempat untuk melarikan anak gadis orang :D dalam proses pelarian, si Cowok tidak boleh sendirian atau harus didampingi teman atau kerabat.Hal tersebut konon memilikki filosofi dari leluhur kami yang saling mencintai namun terhalang kedua keluarga.tata cara dalam Melaik inipun tidak sembarangan karena harus di temani dengan teman untuk membawanya lari,Melaik ini biasanya dilakukan di malam hari, sang gadis dilarikan, dan di sembunyikan selama beberapa hari di rumah kerabat si cowok entah itu paman ataupun kakek.Itulah alasan mengapa di suku sasak sangat melarang Anak perawan yang dikasihinya keluar rumah setelah maghrib.Dahulu sebelum ada kendaraan bermotor,pelarian membawa gadis ini di lakukan dengan berjalan kaki melewati persawahan dan perkampungan,dan juga ada juga yang mendandani sang gadis agar seperti cowok untuk memperlancar perjalanan ke rumah paman ataupun kakek dari cowok tersebut.

       Tradisi Melaik ini sebenarnya sarat akan norma kekeluargaan di karenakan ketika si gadis ini sudah di culik.Para tetangga,sanak saudara ataupun teman dekat dari calon pengantin laki - laki ini akan berbondong - bondong membawa ayam untuk kemudian di masak dan di santap bersama sebagai tanda bahwa resminya ia akan menikahi gadis tersebut.


     Kemudian keluarga dari calon pengantin laki - laki  harus nyelabar (memberi tahu) pihak keluarga si cewek kalau putrinya telah diculik oleh anggota keluarga dari perempuan yang di culik itu.setelah 3 atau 4 hari kemudian wali dari si cewek akan di undang ke rumah si cowok dan cewek tersebut akan di nikahkan.Setelah selesai di nikahkan kemudian acara tidak selesai sampe di situ saja,hajatan untuk pengantin ini akan di lakukan nyongkolan,nah nyongkolan ini akan saya kupas lebih dalam lagi di halaman berikutnya,jadi mohon di tunggu kesabarannya :D

    cerita saya ini mungkin gak jelas,tapi ya maklum lah,kn sy bukan blogger handal,
oke dengan ini saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar besarnya dan mau nitip salam ma cewe yang sekiranya mau di culik,wkwk








@copyright by awepee
.

    

Senin, 29 Juni 2015

Wali nyatoq di desa Rembitan,Pujut Lombok Tengah

  Wali Nyatoq adalah waliyullah yang sangat melegenda di Pulau Lombok, lebih-lebih dikalangan masyarakat Lombok Tengah atau tepatnya di desa Rembitan, bagian Selatan Pulau Lombok. Sebutan Wali Nyatoq dikaitkan dengan tanda-tanda kewaliannya. Nyatoq artinya “nyata” karena masyarakat sangat mempercayai bahwa Wali Nyatoq benar-benar sebagai seorang wali. Konon wali nyatok memiliki 33 nama. Di setiap desa atau kampung yang pernah disinggahi, ia disebut dengan nama yang berbeda-beda. Salah satunya Sayyid Abdullah, gelar ini diperoleh setelah beliau meninggal dunia. Tidak ada yang tahu persis dari mana ia berasal, sebagian masyarakat mempercayainya bahwa ia berasal dari Negeri Timur Tengah karena ciri-ciri wajah dan postur tubuh yang dimiliki persis seperti dari Bangsa Arab.

    Tanda - tanda kewaliannya itu muncul setelah 5tahun setelah di khitan ( sunat ),pada suatu hari
Raden Datang ( wali nyatoq ) bermain layang - layang dengan teman - temannya di sebuah padang yaitu Lendang Batu Beleq yaitu di sebelah selatan desa Rembitan. Ketika layang-layang naik dengan kencang Raden Datang menyuruh salah seorang temannya untuk memegang tali layang-layang, seketika itu juga temannya itu melesat ke atas bersama layang-layang. Ketika di atas seorang teman raden Datang yang terseret ke atas melihat sekumpulan orang mengelilingi kotak hitam dan mengelilinginya­. Akhirnya dijawab oleh Raden Datang bahwa yang dilihat itu adalah Ka’bah dan orang yang keliling itu adalah sedang bertawaf mengelilingi Ka’bah. Kejadian inipun disaksikan secara nyata oleh teman lainnya juga. Kejadian ganjil berikutnya adalah Raden datang menyruh temannya untuk menunggu kerbaunya sementara ia mau pergi shalat Jum’at di Makkah dan berjanji akan membawakan teman-temannya Bagek Mekah (kurma). Tiga jam kemudian Raden Datang kembali dengan membawa sekarung kurma yang dijanjikan kepada teman-temannya.­ Teman - tmannya pun kembali terheran-heran dan menanyakan tentang Makkah, shalat Jum’at, akan tetapi Raden Datang kemudian menjelaskan secara rinci. Berita ini kemudian tersiar sampai ke pelosok desa dan kampung. Berita tentang karomah dan kewalian Raden Datang membuat masyarakat Rembitan terkagum-kagum dan mereka mulai mempercayai bahwa Raden Datang benar-benar seorang Waliyullah.

     Semenjak peristiwa itu, masyarakat desa Rembitan yakin dengan ke shaleha­n Raden Datang. Sebagai seorang wali beliau memiliki kharomah yang tinggi, kekaroimahan yang sulit ditunjukkan dengan pikiran waras. Kelebihan yang diberikan oleh sang pencipta menembus batas akal pikiran sehat, logika . masyarakat mulai mengikuti sikap dan prilaku Raden Datang yang biasa shalat Jum’at. Raden Datang kemudian mengajak masyarakat untuk membangun masjid. (Masjid tersebut terletak di sebuah Gunung di desa Rembitan).




                          ( masjid peninggalan wali nyatoq source: twitter )

      Pada suatu ketika Raden Datang menunjukkan gelagat yang aneh. Ia menggali lubang. Prilaku ini menimbulkan keheranan bagi teman-temannya.­ Ia berpesan “lakukanlah apa yang menjadi pekerjaan kalian. Aku hanya ingin istirahat dalam lubang tanah ini”. Iapun masuk ke dalam lubang, sampai tiga kali teman-temannya memeriksanya tetapi ia masih terlihat sedang tertidur. Tetapi keempat kalinya setelah waktu Isya. Raden datang menghilang dari tempat pembaringannya.­ Masyarakat Rembitan sangat sedih dengan berita menghilangnya Raden Datang. Karomah dan kewaliannya betul-betul nyata sehingga disebut “Wali Nyatoq”

     Dan tempat peristirahatan itulah yang di jadikan warga Rembitan dan masyarakat lombok lainnya
 berziarah ke makam nyatoq,sedangkan untuk datang berziarah ke makam ini tidak boleh di lakukan di hari lain kecuali hari rabu,Di makam nyatoq ini juga terdapat mata air yang di percaya oleh masyarakat Lombok Tengah untuk mengungkap kasus pencurian dengan meminum air minum tersebut,jika pencuri tersebut meminum air dari makam nyatoq tersebut maka perut si pencuri akan mengembung tiba - tiba bahkan sampai meninggal dunia.



Kamis, 25 Juni 2015

Ares masakan unik dan khas Lombok

    Anda tau kenapa makanan ini disebut unik dan khas?Ya tentu,jawabannya adalah,Ares ini berbahan dasar dari pelepah pisang yang masih muda kemudian di masak menggunakan bumbu berempah rempah dan Ares ini masakan yang tidak akan anda temui di deerah lain.




     Memang keliatan agak ngeri,tapi setelah anda mencoba pasti anda akan ketagihan masakan ini yang gurih dan nikmat.Dahulu Ares ini tidak bisa kita nikmati setiap saat,karena sebagian besar masyarakat lombok memasak sayur Ares ini ketika ada acara - acara besar saja semisal begawe ( hajatan pernikahan ).Tapi seiring berkembang pesatnya pariwisata di lombok membuat ares ini di jadikan menu favorit  resto - resto  yang mengusung tema masakan tradisional yang bisa anda nikmati kapan saja.




    Cara pembuatan Ares ini adalah dengan cara mengupas kulit pisang bagian luar terlebih dahulu dan di sisakan bagian dalamnya yang masih muda,kemudian di iris tipis - tipis dan di cuci sambil di remas - remas untuk menghilangkan bekas getah yang tersisa.Kemudian Ares ini di masak dengan menggunakan bumbu kari,biasanya juga di tambahkan dengan daging.

 Ternyata masakan ini mempunyai latar belakang yang unuk juga,dahulu Pulau Lombok mengalami musim kekeringan yang sangat panjang sehingga tidak banyak tanaman yang bisa tumbuh. Bahkan banyak binatang ternak yang akhirnya mati karena kelaparan. Salah satu jenis pohon yang tetap bisa bertahan di tengah kekeringan adalah pohon pisang. Pohon pisang inilah yang kemudian menjadi pengganti rumput, makanan bagi ternak-ternak warga yang sudah kelaparan. Adalah lelaki bernama Loq Ares yang melihat sapi-sapinya lahap memakan pelepah pisang, tergerak untuk membuat sayur dari pelepah pisang. Setelah dimasak dan dirasakan, ternyata sayuran ini tidak kalah enak dengan makanan lainnya. Sejak itu, Loq Ares dianggap penemu masakan tradisional ini.

brembe ;)

Popular Posts

Recent Posts

Sample Text

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Unordered List

Copyright © TENTANG LOMBOK | Powered by Blogger
Design by AnarielDesign | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com